11/03/2015
Vuyo Mvoko (lagrande1075.cbslocal.com)
Johannesburg - Seorang reporter
televisyen di Johannesburg, Afrika Selatan dirompak oleh lelaki bersenjata ketika
hendak siaran langsung. Aksi rompakan ini terjadi di depan kamera
yang merakam setiap detik adegan kejahatan tersebut.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (11/3/2015), insiden yang menimpa Vuyo Mvoko yang merupakan reporter televisyen nasional Afsel, South African Broadcasting Corporation (SABC News) ini terjadi pada Selasa (10/3) malam waktu setempat. Terlihat dalam video, Mvoko mengenakan kemeja putih dengan coat cokelat motif petak dan sudah siap di depan kamera.
Ketika itu, Mvoko hendak melaporkan keadaan terbaru Presiden Zambia Edgar Lungu yang sedang dirawat di rumah sakit Milpark Hospital, Johannesburg akibat mengalami penyempitan kerongkongan. Rompakan terjadi beberapa detik sebelum Mvoko memberi laporan secara langsung.
Dalam kondisi kamera dan lampu menyala terang, tiba-tiba tiga orang yang melintas di belakang Mvoko berhenti dan mendekati Mvoko. Dua orang terlihat berusaha merampas telepon genggam yang dipegangnya. Mereka juga memaksa agar kru televisyen yang ada di belakang kamera, untuk menyerahkan telepon genggam masing-masing.
Lucunya, kedua pelaku itu tidak menyedari yang wajah mereka terakam dengan jelas oleh kamera yang sudah menyala. Beberapa kali terlihat keduanya mondar-mandir tepat di depan kamera dan disorot lampu terang.
Terdengar juga teriakan Mvoko di rakaman tersebut. "Hei, kita dirompak," teriak Mvoko.
"Dia mencari-cari telepon bimbit dan ketika saya tidak memberikan telepon bimbit saya kepadanya, dia memanggil rakannya yang membawa senjata, dan mengatakan: 'tembak anjing ini' atau semacam itulah," tutur Mvoko dalam wawancara dengan Radio 702 usai kejadian.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (11/3/2015), insiden yang menimpa Vuyo Mvoko yang merupakan reporter televisyen nasional Afsel, South African Broadcasting Corporation (SABC News) ini terjadi pada Selasa (10/3) malam waktu setempat. Terlihat dalam video, Mvoko mengenakan kemeja putih dengan coat cokelat motif petak dan sudah siap di depan kamera.
Ketika itu, Mvoko hendak melaporkan keadaan terbaru Presiden Zambia Edgar Lungu yang sedang dirawat di rumah sakit Milpark Hospital, Johannesburg akibat mengalami penyempitan kerongkongan. Rompakan terjadi beberapa detik sebelum Mvoko memberi laporan secara langsung.
Dalam kondisi kamera dan lampu menyala terang, tiba-tiba tiga orang yang melintas di belakang Mvoko berhenti dan mendekati Mvoko. Dua orang terlihat berusaha merampas telepon genggam yang dipegangnya. Mereka juga memaksa agar kru televisyen yang ada di belakang kamera, untuk menyerahkan telepon genggam masing-masing.
Lucunya, kedua pelaku itu tidak menyedari yang wajah mereka terakam dengan jelas oleh kamera yang sudah menyala. Beberapa kali terlihat keduanya mondar-mandir tepat di depan kamera dan disorot lampu terang.
Terdengar juga teriakan Mvoko di rakaman tersebut. "Hei, kita dirompak," teriak Mvoko.
"Dia mencari-cari telepon bimbit dan ketika saya tidak memberikan telepon bimbit saya kepadanya, dia memanggil rakannya yang membawa senjata, dan mengatakan: 'tembak anjing ini' atau semacam itulah," tutur Mvoko dalam wawancara dengan Radio 702 usai kejadian.
Sumber: detikNews
No comments:
Post a Comment