6/4/15
Kisah hidup Guo Gantang ini boleh menitikkan air
mata orang tua di manapun. Pada 21 September 1997, putera tunggalnya, Guo Zhen, tiba-tiba hilang dari rumah. Ketika insiden malang
tersebut, Guo baru berumur dua tahun.
Lelaki asal Kota Liaoncheng, Wilayah Shandong, China ini segera menghubungi polis . Dugaan awal, anaknya menjadi korban penculikan.
Tapi pencarian polis tidak membuahkan hasil. Guo begitu kecewa. Lelaki 45 tahun ini akhirnya memutuskan mencari sendiri anak tunggalnya. Dia menunggang motorsikal, memasang poster di bahagian belakang yang menunjukkan foto sang anak, seperti dilansir Oddity Central, Ahad (5/4).
Guo mengaku sudah menempuh lebih dari 400 ribu kilometer selama pencarian 18 tahun terakhir. "Nyaris semua wilayah di China daratan sudah saya lewati, kecuali Xinjiang dekat Tibet," ujarnya.

Lelaki ini mengaku tidak menyesal menghabiskan waktu di jalan. Selama belum ada kejelasan soal nasib putera kesayangannya, dia mengaku ogah berhenti naik motorsikal keliling negeri. Sebelum penculikan itu, Guo terhitung pengusaha berjaya di kotanya.
Lebih hebatnya lagi, selama hampir dua dekade naik motorsikal keliling China, Guo ikut membantu orang tua lain yang kehilangan anak. Dia berhasil menemukan lima anak hilang, kendati Zhen sampai sekarang justru belum ditemui.
"Saya mengeluarkan wang yang tidak terhitung lagi. Sudah biasa saya berjalan seharian hanya dengan recehan. Tapi saya enggan berhenti sebelum anak saya ditemui," ungkapnya.

Kisah hidup Guo ternyata sudah dibukukan di China. Tahun ini, akan keluar film adaptasi cerita tragisnya, dibintangi Andy Lau.
Menurut BCC, orang tua bernasib malang seperti Guo jumlahnya sangat banyak di Negera China. Saban tahun, 20 ribu bayi dan kanak-kanak di China menjadi korban perdagangan manusia.
Tapi jelas, yang bersemangat waja saja tak menyerah melawan nasib hanya sedikit. Guo salah satunya.
Sumber:Merdeka.com
Lelaki asal Kota Liaoncheng, Wilayah Shandong, China ini segera menghubungi polis . Dugaan awal, anaknya menjadi korban penculikan.
Tapi pencarian polis tidak membuahkan hasil. Guo begitu kecewa. Lelaki 45 tahun ini akhirnya memutuskan mencari sendiri anak tunggalnya. Dia menunggang motorsikal, memasang poster di bahagian belakang yang menunjukkan foto sang anak, seperti dilansir Oddity Central, Ahad (5/4).
Guo mengaku sudah menempuh lebih dari 400 ribu kilometer selama pencarian 18 tahun terakhir. "Nyaris semua wilayah di China daratan sudah saya lewati, kecuali Xinjiang dekat Tibet," ujarnya.

Lelaki ini mengaku tidak menyesal menghabiskan waktu di jalan. Selama belum ada kejelasan soal nasib putera kesayangannya, dia mengaku ogah berhenti naik motorsikal keliling negeri. Sebelum penculikan itu, Guo terhitung pengusaha berjaya di kotanya.
Lebih hebatnya lagi, selama hampir dua dekade naik motorsikal keliling China, Guo ikut membantu orang tua lain yang kehilangan anak. Dia berhasil menemukan lima anak hilang, kendati Zhen sampai sekarang justru belum ditemui.
"Saya mengeluarkan wang yang tidak terhitung lagi. Sudah biasa saya berjalan seharian hanya dengan recehan. Tapi saya enggan berhenti sebelum anak saya ditemui," ungkapnya.

Kisah hidup Guo ternyata sudah dibukukan di China. Tahun ini, akan keluar film adaptasi cerita tragisnya, dibintangi Andy Lau.
Menurut BCC, orang tua bernasib malang seperti Guo jumlahnya sangat banyak di Negera China. Saban tahun, 20 ribu bayi dan kanak-kanak di China menjadi korban perdagangan manusia.
Tapi jelas, yang bersemangat waja saja tak menyerah melawan nasib hanya sedikit. Guo salah satunya.
Sumber:Merdeka.com
No comments:
Post a Comment