29/1/16

©Daily Mail
Kelompok pekerja konstruksi di sebelah timur
China meluapkan aksi protes kerana gaji mereka tidak dibayar
dengan menyegel kereta bos mereka.
Para pekerja imigran Zon Pembangunan Ekonomi Shangrao di Provinsi Jiangxi menggunakan tiang besi perancah bangunan untuk mengunci tayar kereta bos mereka, agar tidak boleh lari, tulis laman setempat People's Daily Online, seperti dikutip akhbar the Daily Mail, Khamis (28/1).
Menurut laporan ada 12 tiang panjang mengelilingi kereta itu. Tidak hanya itu, pekerja juga membuat kempes tayar kereta agar memastikan kereta tersebut tidak bboleh berpindah tempat.
Para pekerja cemas akan upah yang tak kunjung mereka terima, menyusul perayaan tahun baru China yang semakin dekat. Mereka takut tidak memiliki cukup wang untuk pulang ke kampung halaman dan merayakan bersama keluarga.
"Sebanyak 70 ribu Yuan upah yang harus dibayarkan kepada satu pekerja, dan kami masih menunggu wang tersebut dilunasi kepada kami," tutur seorang pekerja.
Di China terdapat 250 juta pekerja imigran yang rela meninggalkan desa mereka demi mendapatkan upah yang lebih besar dibanding di bekerja di desa. Mereka rela meninggalkan keluarga selama bertahun-tahun demi dapat menghidupi mereka secara finansial.
Para pekerja imigran Zon Pembangunan Ekonomi Shangrao di Provinsi Jiangxi menggunakan tiang besi perancah bangunan untuk mengunci tayar kereta bos mereka, agar tidak boleh lari, tulis laman setempat People's Daily Online, seperti dikutip akhbar the Daily Mail, Khamis (28/1).
Menurut laporan ada 12 tiang panjang mengelilingi kereta itu. Tidak hanya itu, pekerja juga membuat kempes tayar kereta agar memastikan kereta tersebut tidak bboleh berpindah tempat.
Para pekerja cemas akan upah yang tak kunjung mereka terima, menyusul perayaan tahun baru China yang semakin dekat. Mereka takut tidak memiliki cukup wang untuk pulang ke kampung halaman dan merayakan bersama keluarga.
"Sebanyak 70 ribu Yuan upah yang harus dibayarkan kepada satu pekerja, dan kami masih menunggu wang tersebut dilunasi kepada kami," tutur seorang pekerja.
Di China terdapat 250 juta pekerja imigran yang rela meninggalkan desa mereka demi mendapatkan upah yang lebih besar dibanding di bekerja di desa. Mereka rela meninggalkan keluarga selama bertahun-tahun demi dapat menghidupi mereka secara finansial.
Merdeka.com
No comments:
Post a Comment