5/2/16
Foto: Australia Plus ABC
Jakarta -
Seorang lelaki di Perth, Australia, mengaku bersalah
atas lebih dari 220 pelanggaran pelecehan seksual yang melibatkan
puterinya sendiri berusia 13 tahun . Lelaki ini merupakan satu dari komplotan pedofilia yang
ditangkap tahun lalu.
Dia termasuk
satu dari delapan lelaki yang jadi suspek tahun lalu setelah polis
menemui adanya komplotan pedofilia. Lelaki ini mengatur pertemuan bagi
para lelaki untuk bertemu dengan anaknya di berbagai tempat dimana anak
tersebut dianiaya secara seksual.
Dalam
sidang hari Khamis (4/2/2016), lelaki ini mengaku bersalah atas tuduhan
dalam sidang di Mahkamah Magistret Perth. Lelaki tersebut memberikan
pernyataan melalui video dari penjara Hakea.
Dia mengakui
tuduhan penganiayaan seksual terhadap seorang anak, merakam tindakan
porno terhadap anak, dan melakukan hubungan seksual terhadap seorang
anak.
Bulan November lalu, seorang mantan pendeta Kristen telah
dijatuhi hukuman 10 tahun penjara, kerana peranannya dalam komplotan ini.
Dawid
Volmer, 41, yang dikenal juga dengan nama David, menyatakan bersalah
atas 12 tuduhan, termasuk memberikan bahan yang membuatnya boleh
menganiaya anak perempuan tersebut tanpa perlawanan.
Dalam sidang
di Mahkamah Daerah Perth disebutkan bahawa Volmer tiga kali bertemu
dengan anak perempuan ini, setelah ayahnya memasang iklan secara online
'menawarkan' anak perempuannya.
Volmer mengatakan kepada polis
segera setelah dia melihat anak tersebut, dia tahu bahawa dia dibawah
umur, namun ayahnya mengatakan dia berusia 16 tahun.
Sang ayah juga berada di kamar yang sama ketika pelecehan seksual terjadi.
Diungkapkan bahawa pertemuan pertama berakhir setelah anak perempuan itu menangis, namun dimarahi oleh ayahnya.
Anak tersebut berusia 12 dan 13 tahun ketika penganiayaan terjadi.
No comments:
Post a Comment