11/4/16
Presiden AS Bararck Obama menyampaikan pidatonya (Foto: Getty Image)
NEW YORK – Barack Obama mengatakan bahawa
kesalahan terburuknya selama menjawat sebagai Presiden Amerika Syarikat adalah tidak adanya perancangan yang matang setelah Presiden Libya
Muammar Gaddafi digulingkan pada 2011.
Koalisi pimpinan AS memang berjaya menumbangkan pemimpin tirani Muammar Gaddafi, tapi mereka tidak mengantisipasi gejolak politik yang akan timbul setelah lengsernya Presiden Libya tersebut.
Dalam beberapa minggu ini, Obama telah beberapa kali berbicara mengenai Libya dan intervensi NATO.
Pada September 2015, Presiden AS itu juga mengkritik intervensi asing di Libya ketika berpidato di depan Majlis Umum PBB.
Sebagaimana dikutip dari CNN, 11/4/2016 , Obama berpandangan bahawa intervensi NATO telah membuat Libya menjadi semakin amburadul dan bertambah kacau.
Meski demikian, Jurucakap Dewan Keselamatan Nasional Ned Price berusaha meyakinkan bahawa aliansi Britain dan AS masih tetap kuat untuk menstabilkan Libya.
Menurut Obama, NATO termasuk AS seharusnya dapat berbuat lebih banyak setelah melakukan intervensi di Libya.
(FIK)
Koalisi pimpinan AS memang berjaya menumbangkan pemimpin tirani Muammar Gaddafi, tapi mereka tidak mengantisipasi gejolak politik yang akan timbul setelah lengsernya Presiden Libya tersebut.
Dalam beberapa minggu ini, Obama telah beberapa kali berbicara mengenai Libya dan intervensi NATO.
Pada September 2015, Presiden AS itu juga mengkritik intervensi asing di Libya ketika berpidato di depan Majlis Umum PBB.
Sebagaimana dikutip dari CNN, 11/4/2016 , Obama berpandangan bahawa intervensi NATO telah membuat Libya menjadi semakin amburadul dan bertambah kacau.
Meski demikian, Jurucakap Dewan Keselamatan Nasional Ned Price berusaha meyakinkan bahawa aliansi Britain dan AS masih tetap kuat untuk menstabilkan Libya.
Menurut Obama, NATO termasuk AS seharusnya dapat berbuat lebih banyak setelah melakukan intervensi di Libya.
No comments:
Post a Comment