Wednesday, July 13, 2016

Poster dan Sepanduk yang Menyerukan Kudeta Militer Muncul Di beberapa Wilayah

  12 Julai 2016 
 
A MAJEED / AFP   


ISLAMABAD  - Ribuan poster dan sepanduk yang berisi seruan agar panglima Angkatan Darat Pakistan melakukan kudeta muncul di berbagai kota besar termasuk ibu kota Islamabad.

Poster dan sepanduk ini memunculkan pertanyaan bagi sebahagian warga Pakistan, negeri yang hampir separuh sejarahnya berada di bawah kekuasaan militer.

Poster-poster yang muncul di kota Lahore, Karachi serta kota militer Rawalpindi itu dipasang oleh "Move on Pakistan", sebuah parti politik yang didirikan pada 2013 dan kurang dikenal masyarakat.

Poster-poster itu dihiasi wajah Panglima AD Pakistan Jenderal Raheel Sharif dan menyayangkan keputusan sang jenderal untuk mundur dari jabatannya tahun ini.

"Kediktatoran jauh lebih baik dibanding pemerintahan sekarang yang korup," kata Ali Hasmi, perancang di balik parti Move on Pakistan, Selasa (12/7/2016).

"Cara Jenderal Raheel Sharif menangani terorisme dan korupsi sangat baik, tak ada jaminan bahawa penggantinya akan seefektif dia," tambah Hasmi.

PM Nawaz Sharif dilaporkan sedang menyiapkan nama untuk menggantikan sang jenderal yang sangat popular ini.

Sang jenderal yang kerap dikaitkan dengan situasi keselamatan yang semakin meningkat ini kerap dipuji di dunia maya melalui tagar #ThankYouRaheelSharif atau #PakLovesGenRaheel.

Di saat kecintaan terhadap sang jenderal semakin meningkat, di sisi lain rakyat semakin mengkritik pemerintah yang dituding penuh korupsi dan tidak efektif dalam memerintah.

Namun, meski sangat popular, keputusan sang jenderal untuk mundur dari jabatannya ketika masa kerjanya selesai menuai pujian dari berbagai institusi pro-demokrasi.

Poster-poster yang mendorong sang jenderal untuk bergerak sejauh ini belum mendapat tanggapan dari pemerintah Pakistan.

Sementara itu, analis politik setempat, Hasan Askari mengatakan, dia tak melihat adanya ancaman terhadap sistem politik Pakistan ketika ini.

"Tak ada pergerakan yang terorganisasi kecuali muncul sebuah sentimen massal," kata Askari mengomentari kemunculan poster-poster itu.

Sementara itu, pemerintah Islamabad dan provinsi Punjab, basis pendukung PM Nawaz Sharif, telah menyingkirkan poster-poster itu. Namun, poster-poster tersebut masih banyak ditemui di berbagai wilayah lain.

Selama 69 tahun Pakistan berada di bawah kediktatoran militer dan hingga kini angkatan bersenjata dianggap sebagai pengontrol kebijakan pertahanan dan luar negera Pakistan. 
Sumber:KOMPAS.com

No comments:

Post a Comment