Saturday, March 18, 2017

Jalan Raya di Lima Bertukar Jadi Sungai Yang Deras

Sabtu  18 Mac 2017 
 
Reuters - Dua anggota pasukan penyelamat menyeberangkan seorang wanita di sebatang jalan utama yang berubah menjadi sungai coklat dengan arus yang deras di Daerah Huachipa, Lima, ibu kota Peru, Jumaat (17/3/2017)
 
LIMA   – Banjir bandang menyusul hujan deras di Lima, ibu kota Peru, menyebabkan ribuan orang terkena dampak, Jumaat (17/3/2017).
Kejadian itu memaksa pasukan penyelamat untuk mencari jalan keluar guna mengevakuasi ribuan penduduk yang terperangkap di sebatang jalan yang mendadak berubah menjadi sungai berwarna coklat dengan arus yang deras.

Kantor berita Agence France-Presse melaporkan, hujan lebat telah turun tak henti-hentinya selama beberapa minggu ini di bahagian hulu hingga Lima.
Rumah-rumah warga di pinggiran Lima, ibu kota berpenduduk 10 juta orang, tergenang banjir. Namun, kontrasnya, banjir di ibu kota Peru itu terjadi ketika panas terik.

Banyak warga juga terperangkap tanah runtuh yang memblokade jalan raya utama yang menghubungkan Lima dengan Peru tengah.
Dalam salah satu adegan dramatis, pasukan penyelamat menggunakan seutas tali untuk membantu menyelamatkan warga di kawasan Huachipa, Lima.
Banjir itu juga terjadi di tengah suhu panas terik, namun hujan di bahagian hulu telah memicu banjir tersebut.

Mereka menyeberangi jalan yang tiba-tiba telah berubah menjadi sungai berwarna coklat dengan aliran air yang sangat deras.  Beberapa kereta peribadi dan truk di jalan pun terseret.

Tiga orang terbunuh akibat banjir di La Libertad, Peru utara. Juga 15 orang terbunuh di Daerah Yauya, Anchas, Peru tengah. Jumlah  kematian akibat bencana alam tahun ini menjadi 65 orang.
 
MARTIN MEJIA/ASSOCIATED PRESS- Seorang wanita dievakuasi melalui seutas tali ke tempat yang lebih selamat  di Lima, Peru, Jumaat (17/3/2017). Banjir menyusul hujan lebat akibat El Nino merosak 115,000 rumah, merobohkan 117 jambatan, dan memutus jalan utama di beberapa tempat di Peru.
Banjir banjang dipicu oleh El Nino, di mana suhu panas berlebihan melanda permukaan Samudera Pasifik yang membuat pola cuaca menjadi kacau dalam beberapa tahun ini.
El Nino tahun ini telah memicu bencana besar yang membuat Peru dalam kesulitan.

"Ini situasi yang sukar, tidak ada keraguan lagi tentang hal itu. Tapi kami memiliki sumber daya untuk menghadapinya,” kata Presiden Pedro Pablo Kuczynski.
Pemerintah mengumumkan akan menggelontorkan dana darurat 760 juta dollar AS untuk membangun pemulihan kembali daerah yang terkena dampak.
Sumber:KOMPAS.com

No comments:

Post a Comment