
Facebook/Steven Crocker
Steven Crocker membeli cincin pertunangan untuk melamar kekasihnya tapi akhirnya memilukan.
Setiap orang ingin punya momen lamaran yang berkesan.
Biasanya, lamaran dijadikan kejutan yang diberikan seorang lelaki pada kekasihnya.
Hal tersebut juga dilakukan oleh lelaki bernama Steven Crocker ini.
Lelaki asal Virginia Beach, Virginia, Amerika Syarikat ini telah berpacaran selama 2 tahun.
Rancangannya, Steven ingin melamar kekasihnya pada satu kesempatan.
Lelaki berusia 23 tahun ini merancang melamar pacarnya saat mereka sedang liburan ke Universal Studios.
Tak main-main, Steven sudah membeli sebentuk cincin tunangan seharga $1700
Steven Crocker (Facebook/Steven Crocker)
Cincin tersebut ia dapatkan dari gaji yang ia kumpulkan selama setahun.
Perhiasan tersebut terbuat dari emas 14 karat dengan permata 0.5 karat.
Steven sudah sudah bersedia untuk membuktikan cintanya pada sang kekasih.
Namun, takdir berkata lain.
Bukan senyum bahagia yang ia dapatkan, Steven justru dihadapkan dengan kenyataan pahit.
Sebulan sebelum kejutan lamaran, Steven justru diputus oleh pacarnya.
Kejadian ini membuat lelaki yang bekerja sebagai operator kamera ini sangat patah hati.
Beberapa hari setelah putus, ibu Stevens mengambil cincin tersebut dan menyimpannya selama waktu liburan.
Ia berniat memberikan waktu untuk Steven mengubati lukanya.
Di awal bulan ini, Steven yang merasa siap pun meminta cincin itu kembali.
Tak disangka, tindakannya ini justru membuatnya diluapi emosi.
"Aku melihatnya dan menangis, mendengarkan beberapa lagu sedih," jelas Steven pada PEOPLE.
Steven terus menatap cincin tersebut sambil menangis sebelum akhirnya ia memutuskan untuk tidur.
Ketika bangun, Steven muncul dengan sebuah idea untuk menjual cincin tersebut.
Tapi, mengingat mewah dan tingginya harga yang diminta Steven, tak ada orang yang mau membelinya.
Perhiasan tersebut terbuat dari emas 14 karat dengan permata 0.5 karat.
Steven sudah sudah bersedia untuk membuktikan cintanya pada sang kekasih.
Namun, takdir berkata lain.
Bukan senyum bahagia yang ia dapatkan, Steven justru dihadapkan dengan kenyataan pahit.
Sebulan sebelum kejutan lamaran, Steven justru diputus oleh pacarnya.
Kejadian ini membuat lelaki yang bekerja sebagai operator kamera ini sangat patah hati.
Beberapa hari setelah putus, ibu Stevens mengambil cincin tersebut dan menyimpannya selama waktu liburan.
Ia berniat memberikan waktu untuk Steven mengubati lukanya.
Di awal bulan ini, Steven yang merasa siap pun meminta cincin itu kembali.
Tak disangka, tindakannya ini justru membuatnya diluapi emosi.
"Aku melihatnya dan menangis, mendengarkan beberapa lagu sedih," jelas Steven pada PEOPLE.
Steven terus menatap cincin tersebut sambil menangis sebelum akhirnya ia memutuskan untuk tidur.
Ketika bangun, Steven muncul dengan sebuah idea untuk menjual cincin tersebut.
Tapi, mengingat mewah dan tingginya harga yang diminta Steven, tak ada orang yang mau membelinya.
Cincin yang dibeli oleh Steven Crocker (Facebook/Steven Crocker)
Akhirnya dia melakukan rencana lain.
"Ketika itulah aku sedar bahwa ini bukan soal wang untukku, berapa pun wang yang kembali tak akan membuatku lebih baik," ucapnya.
"Aku fikir jika aku boleh memberikan pada orang yang menghargainya, itu akan boleh membantuku untuk terus maju dan merasa lebih baik."
Pada 5 Mac 2018, Steven pun menulis sebuah unggahan di Facebook mengenai kejadian yang ia alami.
Steven mengatakan bahwa ia berniat memberikan cincin tersebut secara percuma pada mereka yang boleh membuktikan bahwa mereka sedang benar-benar jatuh cinta.
"Aku tidak mau memberikannya pada sembarangan orang.
Aku ingin memberikannya pada lelaki atau wanita yang sedang sangat jatuh cinta pada pasangannya dan mau melangkah ke jenjang berikutnya, tapi tak mampu membeli cincin," tulis Steven.
Steven sedar bahwa tak semua temannya sesuai dengan kriteria tersebut.
Tapi, ia percaya bahwa ada seseorang di luar sana yang berhak mendapatkannya.
"Aku akan mengirimkannya kemana pun di Amerika Syarikat dimana seseorang sedang dimabuk cinta."
Dalam beberapa hari, unggahan Steven jadi viral.
"Ketika itulah aku sedar bahwa ini bukan soal wang untukku, berapa pun wang yang kembali tak akan membuatku lebih baik," ucapnya.
"Aku fikir jika aku boleh memberikan pada orang yang menghargainya, itu akan boleh membantuku untuk terus maju dan merasa lebih baik."
Pada 5 Mac 2018, Steven pun menulis sebuah unggahan di Facebook mengenai kejadian yang ia alami.
Steven mengatakan bahwa ia berniat memberikan cincin tersebut secara percuma pada mereka yang boleh membuktikan bahwa mereka sedang benar-benar jatuh cinta.
"Aku tidak mau memberikannya pada sembarangan orang.
Aku ingin memberikannya pada lelaki atau wanita yang sedang sangat jatuh cinta pada pasangannya dan mau melangkah ke jenjang berikutnya, tapi tak mampu membeli cincin," tulis Steven.
Steven sedar bahwa tak semua temannya sesuai dengan kriteria tersebut.
Tapi, ia percaya bahwa ada seseorang di luar sana yang berhak mendapatkannya.
"Aku akan mengirimkannya kemana pun di Amerika Syarikat dimana seseorang sedang dimabuk cinta."
Dalam beberapa hari, unggahan Steven jadi viral.
Ia menerima banyak pesan dan bukti foto, video, surat tentang kisah cinta pasangan kekasih.
Steven mengaku senang membaca dan tahu kisah cinta yang mereka alami.
Bahkan ada juga yang justru berusaha mengajaknya kencan.
Tapi, Steven ingin fokus memilih pasangan yang benar-benar berhak mendapatkan cincin tersebut.
"Aku sebenarnya sangat-sangat pemalu, jadi hal viral ini bukanlah yang aku duga, tapi terkadangan kamu harus menerimanya untuk sesuatu yang lebih besar."
Steven merasa aksinya ini benar-benar boleh membuatnya sembuh dari luka.
"Aku harap siapa pun yang mendapatkannya nanti- meski aku yakin mereka sudah bahagia- menerima ini sebagai bonus lain."
Unggahan Stevens ini sudah dibagikan lebih dari 1000 kali.
Steven mengaku senang membaca dan tahu kisah cinta yang mereka alami.
Bahkan ada juga yang justru berusaha mengajaknya kencan.
Tapi, Steven ingin fokus memilih pasangan yang benar-benar berhak mendapatkan cincin tersebut.
"Aku sebenarnya sangat-sangat pemalu, jadi hal viral ini bukanlah yang aku duga, tapi terkadangan kamu harus menerimanya untuk sesuatu yang lebih besar."
Steven merasa aksinya ini benar-benar boleh membuatnya sembuh dari luka.
"Aku harap siapa pun yang mendapatkannya nanti- meski aku yakin mereka sudah bahagia- menerima ini sebagai bonus lain."
Unggahan Stevens ini sudah dibagikan lebih dari 1000 kali.
tribunnews
No comments:
Post a Comment