Seorang gadis berumur 13 tahun sering diejek sebagai
'si gadis sampah'" oleh para perundungnya kerana ia sering memungut
sampah di jalanan. Namun, belakangan ini apa yang dilakukannya justru
mendapatkan pujian dari berbagai penjuru dunia.
Nadia Sparkes,
seorang warga Norfnolk England, tidak mau ambil pusing dengan mereka yang mengejek kebiasaannya memungut sampah ketika ia berjalan menuju ke sekolah.
Tak dinyana, cerita tentangnya
menjadi viral. Malah kerananya ia ditunjuk menjadi duta lembaga pencinta
lingkungan WWF. Sekarang, pengikut akaun sosial medianya sudah mencapai
lebih dari 4,000 orang. Nadia berkata dia 'sangat puas' melihat usahanya berhasil melahirkan perubahan.
Sejak
memulai kebiasaan uniknya, ia sudah berhasil mengumpulkan lebih dari
1,100 liter sampah - cukup untuk memenuhi 40 tong sampah resmi England .
Dia
selalu berangkat satu jam lebih awal menuju sekolah agar ia dapat
membersihkan jalan yang dilewatinya dari sampah. Dengan menaruh sampah
dalam keranjang basikalnya, ia membersihkan salah satu sisi jalan ketika ia
pergi ke sekolah dan sisi lainnya ketika ia menuju rumahnya sepulang
dari sekolah.
Beberapa waktu lalu, Nadia -yang mengaku bahwa gelaran
'Si gadis sampah' membuatnya merasa seperti seorang pahlawan super-
diabadikan dalam bentuk animasi, Remaja yang hobi menggambar ini
juga diberikan kesempatan untuk menayangkan pesannya melalui kartun di Akhbar Eastern Daily Press.
Dia
juga kemudian membuat cendera-cendera mata yang dijualnya dan berharap
dapat menggunakan wangnya itu untuk membeli botol minuman yang boleh
dipakai berkali-kali oleh setiap murid di sekolahnya. Ibu Nadia,
Paula Sparkes, mengatakan anak perempuannya ingin "membangkitkan
kesedaran orang-orang untuk berhenti membuang sampah sembarangan".
Namun, walaupun langkahnya dipuji banyak orang, ejekan sebagai 'si gadis sampah' tetap saja melekat padanya. Nadia berkata ia "sangat puas" dapat membuat perubahan dengan memungut sampah."Mengubah kebiasaan anak remaja itu sangat sukar, " ujar sang ibunda. "Nadia
selalu merasa sendiri dalam usahanya membersihkan sampah dan itu
membuatnya merasa berbeda. Namun, dia menyedari semua pemungut sampah
akan merasa seperti itu."
"Dia ingin membentuk sebuah kelompok
untuk mengumpulkan para pemungut sampah dan dia sudah melakukannya. Dia
sudah dihubungi oleh orang-orang dari seluruh dunia. "Kami sangat bangga dengannya."
No comments:
Post a Comment