Iklan ini dirilis oleh Badan Pengendalian Minuman Keras Pennsylvania. Kenapa dikecam?
Sabtu, 10 Desember 2011
Iklan kontroversial anti alkohol di Pennsylvania, AS (ControlTonight.com)
Iklan yang ditarik menampilkan sepasang kaki wanita yang terbaring di lantai kamar mandi dengan seluar dalam yang melorot hingga ke bahagian buku lali . Di bahagian kanan poster tertulis: "Dia tidak ingin melakukannya, tapi dia tak mampu berkata tidak."
Menurut organisasi anti kekerasan seksual, alih-alih menyampaikan pesan untuk menghindari minuman keras, iklan ini malah dikritik kerana dianggap memancing terjadinya perkosaan.
Dilansir harian Daily Mail Jumaat 9 Desember 2011, mangsa korban perkosaan juga mengatakan iklan itu membangkitkan memori buruk mereka dan menggambarkan mereka sebagai korban yang tak berdaya.
"Kempen kami sebenarnya bertujuan untuk membuat orang-orang tak lagi menghindar membicarakan bahaya minuman keras. Perkosaan setelah kencan adalah salah satu bahayanya," kata PLCB.
Juru cakap badan ini, Stacey Witalec, menegaskan kalau iklan yang diedarkan di dunia maya itu adalah salah satu bahagian kempen luas yang dimulai beberapa bulan lalu di situs web ControlTonight.com. Kempen ini bertujuan menyedarkan masyarakat untuk lebih memperhatikan masalah serius, bukannya menyalahkan mangsa.
Ia sendiri mengaku tak terkejut dengan respon keras yang diterima dari masyarakat. Alasannya, "Jika dengan kempen ini kami berhasil mencegah seseorang berhenti mengambil minuman keras, ertinya kempen kami berhasil," katanya.
Di sisi lain, ternyata ada pakar yang mendukung iklan ini. Salah satunya adalah Jennifer Storm, Direktur Eksekutif Program Pendampingan Saksi dan Korban. "Alkohol adalah senjata nombor satu penyebab terjadinya perkosaan. Kami harus mengedukasi masyarakat dengan pengetahuan yang kami miliki," kata Storm.
Namun ternyata lebih banyak masyarakat yang kontra dengan iklan ini. "Saya tak mengerti orang bodoh mana yang menggunakan ungkapan semacam itu untuk mengatakan 'jangan memperkosa!'," tulis seorang blogger, dengan pedasnya. (umi)
suntingan dari VIVAnews
No comments:
Post a Comment