Saturday, August 31, 2013

Tentera elit pasukan khas Australia yang potong tangan pemberontak disiasat

 
Sebuah satuan elit pasukan khusus Australia sedang disiasat terkait kes potong mayat paling-tidak seorang  pemberontak Afghan.
ABC mendapat informasi, kedua tangan dipotong dari mayat seorang pemberontak dan dibawa kembali ke pangkalan Australia di Tarin Kot.

Insiden itu terjadi dalam operasi gabungan pasukan keselamatan nasional Afghan dan Satuan Tugas Operasi Khusus Australia di wilayah Zabul pada tanggal 28 April 2013 yang membunuh empat pemberontak.

Waktu itu, Pasukan Pertahanan Australia hanya mengumumkan, penyiasatan sedang dilakukan.
Panglima Pasukan Pertahanan Australia, Jendral David Hurley, mengatakan dalam satu statement yang dirilis 8 Mei 2013: "Satu insiden kemungkinan kelakuan buruk selama operasi telah dikemukakan melalui rantai komando nasional internal."

ABC mendapat informasi, insiden kelakuan buruk yang dimaksud adalah memotong tangan dari mayat paling-tidak seorang pemberontak.
Tentera Australia diharuskan mengambil cap jari dan scan mata setiap laskar Taliban yang terbunuh, jika memungkinkan.

ABC mendapat informasi, seorang penyiasat dari Australian Defence Force Investigative Service (ADFIS) memberi penjelasan kepada sekelompok pasukan khusus dan memberitahu mereka bahawa tidak masalah bagaimana cap jari diambil. Kalau mereka dapat memotong tangan dari laskar yang terbunuh dan membawanya kembali ke pangkalan untuk diambil cap jarinya, itu dapat diterima.
ABC memahami, paling-tidak sepasang tangan ada di pangkalan Australia di Tarin Kot.

Mutilasi atau perlakuan buruk atas mayat merupakan pelanggaran hukum perang.
Dalam sebuah statement kepada ABC, Pasukan Pertahanan Australia mengatakan, pihaknya terus menyiasat insiden kemungkinan kelakuan buruk menyangkut personil Australia.

No comments:

Post a Comment