13 Oktober 2013
GUATEMALA CITY, KOMPAS.com - Mahkamah Guatemala,
Sabtu (12/10/2013), menjatuhkan hukuman penjara 200 tahun keatas dua
orang lelaki yang terbukti bersalah membunuh dua orang remaja perempuan yang mereka hubungi
lewat Facebook.
Kedua lelaki itu, Eduardo Chen dan Saul Garcia Arriaza, membunuh Heydi Motufar Lorenzana (16) dan Heiser Alexandra Mercado Santos (18).
Namun hukuman yang dijatuhkan oleh mahkamah ini jauh lebih ringan dari tuntutan pendakwa yang menginginkan hakim menjatuhkan hukuman 308 tahun penjara.
Dalam perbicaraan, pendakwaraya mengatakan, kedua terpidana sebelumnya berkenalan dengan kedua gadis remaja itu. Setelah semakin akrab mereka kemudian merancang janji pertemuan.
Dari hasil penyiasatan diketahui kedua gadis remaja itu dibunuh pada 22 Ogos 2011, setelah diperkosa terlebih dahulu oleh kedua tertuduh.
Mayat kedua gadis ini ditemui enam hari setelah dibunuh di kota Amatitlan, di wilayah selatan Guatemala.
Kes pembunuhan terkait Facebook ini menjadi kes pertama di Guatemala yang telah mendapat hukuman
Kedua lelaki itu, Eduardo Chen dan Saul Garcia Arriaza, membunuh Heydi Motufar Lorenzana (16) dan Heiser Alexandra Mercado Santos (18).
Namun hukuman yang dijatuhkan oleh mahkamah ini jauh lebih ringan dari tuntutan pendakwa yang menginginkan hakim menjatuhkan hukuman 308 tahun penjara.
Dalam perbicaraan, pendakwaraya mengatakan, kedua terpidana sebelumnya berkenalan dengan kedua gadis remaja itu. Setelah semakin akrab mereka kemudian merancang janji pertemuan.
Dari hasil penyiasatan diketahui kedua gadis remaja itu dibunuh pada 22 Ogos 2011, setelah diperkosa terlebih dahulu oleh kedua tertuduh.
Mayat kedua gadis ini ditemui enam hari setelah dibunuh di kota Amatitlan, di wilayah selatan Guatemala.
Kes pembunuhan terkait Facebook ini menjadi kes pertama di Guatemala yang telah mendapat hukuman
No comments:
Post a Comment