3 Okt 2013
Jakarta - Seorang doktor gigi di Sydney dinyatakan bersalah kerana menampal gigi warga emas di panti jompo tanpa persetujuan.
Andrew Istephan dituduh melakukan operasi tampal gigi tanpa izin terhadap puluhan penghuni panti jompo di Lewisham, Leichhardt, Haberfield dan Manly Vale.
Juri di Mahkamah Kota menyatakan doktor gigi itu terbukti bersalah atas 5 dakwaan setelah sebelumnya sempat bermusyawarah selama seminggu namun tidak berhasil mencapai muafakat atas 7 dakwaan lain terhadap Istephan.
Istephan kemungkinan akan kembali dibicakan atas dakwaan tersebut di kemudian hari.
Selama perbicaraan, para juri hanya mendengarkan 3 pesakit berusia lanjut yang secara mental sihat untuk memberikan persetujuan untuk menjalani operasi tambal gigi oleh doktor Istephan.
Namun beberapa pesakit lain yang pernah ditangani Istephan sudah berusia 90 tahun dan sebahagian lainnya menderita demensia.
Istephan mengatakan dia menyangka pengelola rumah jompo sudah meminta persetujuan pesakit dan juga sudah berkonsultasi dengan keluarga para lansia mengenai operasi tambal gigi yang akan dia lakukan terhadap para lansia tersebut.
Mahkamah menemukan operasi tambal gigi yang dilakukan Istephan menggunakan Skema Penyakit Gigi Kronik dari Pemerintah Federal, yang sudah tidak berlaku lagi.
Skema itu menetapkan pesakit yang kesihatan mulutnya dikhuatirkan boleh mengancam kesihatan secara umum boleh dirujuk ke doktor gigi dan operasi giginya akan dibayarkan oleh pemerintah.
Doktor gigi berusia 34 tahun yang juga konselor di Dewan Kota ini diperintahkan menyerahkan paspotnya hingga majlis hakim membacakan keputusan kesnya bulan ini. detikNews
Andrew Istephan dituduh melakukan operasi tampal gigi tanpa izin terhadap puluhan penghuni panti jompo di Lewisham, Leichhardt, Haberfield dan Manly Vale.
Juri di Mahkamah Kota menyatakan doktor gigi itu terbukti bersalah atas 5 dakwaan setelah sebelumnya sempat bermusyawarah selama seminggu namun tidak berhasil mencapai muafakat atas 7 dakwaan lain terhadap Istephan.
Istephan kemungkinan akan kembali dibicakan atas dakwaan tersebut di kemudian hari.
Selama perbicaraan, para juri hanya mendengarkan 3 pesakit berusia lanjut yang secara mental sihat untuk memberikan persetujuan untuk menjalani operasi tambal gigi oleh doktor Istephan.
Namun beberapa pesakit lain yang pernah ditangani Istephan sudah berusia 90 tahun dan sebahagian lainnya menderita demensia.
Istephan mengatakan dia menyangka pengelola rumah jompo sudah meminta persetujuan pesakit dan juga sudah berkonsultasi dengan keluarga para lansia mengenai operasi tambal gigi yang akan dia lakukan terhadap para lansia tersebut.
Mahkamah menemukan operasi tambal gigi yang dilakukan Istephan menggunakan Skema Penyakit Gigi Kronik dari Pemerintah Federal, yang sudah tidak berlaku lagi.
Skema itu menetapkan pesakit yang kesihatan mulutnya dikhuatirkan boleh mengancam kesihatan secara umum boleh dirujuk ke doktor gigi dan operasi giginya akan dibayarkan oleh pemerintah.
Doktor gigi berusia 34 tahun yang juga konselor di Dewan Kota ini diperintahkan menyerahkan paspotnya hingga majlis hakim membacakan keputusan kesnya bulan ini. detikNews
No comments:
Post a Comment