06/5/14
gambar hiasan. ©shutterstock.com/Rob Wilson
Ulama Arab Saudi, Abdullah
al-Suwailem, mengeluarkan fatwa melarang rakyat ke luar negera telah mendapat banyak kecaman akibat pernyataannya
itu. Seorang penulis kolom di Saudi bahkan menyebut dia seorang bakteria
ekstremis.
Suwailem adalah ulama yang ditugaskan dalam program merehabilitasi anggota al-Qaidah di dalam penjara. Dia berfatwa siapa pun yang meninggal di tanah kafir akan masuk neraka. Fatwanya itu dimuat di surat khabar beralamat di London, al-Hayat, minggu lalu, seperti dilapor stesyen televisyen Al Arabiya, Selasa (6/5).
"Pergi ke luar negera dilarang menurut syariat, kecuali dalam keadaan darurat dan dengan beberapa syarat," kata dia.
Syarat pertama, kata dia, orang itu harus punya iman kuat supaya tidak jatuh pada nafsu.
"Siapa pun yang takut terjerumus ke dalam dosa, seperti mabuk-mabukkan, jangan pergi ke luar negeri kecuali darurat."
Suweilem menyatakan kepada akhbar al-Hayat, Tuhan tidak suka jika muslim berada di tengah-tengah orang kafir.
Dia juga mengatakan pergi ke luar negera buat menuntut ilmu di negeri kafir seharusnya tidak dilakukan.
"Pergi ke tanah kafir untuk urusan perniagaan dan sekolah adalah dilarang, kecuali dalam keadaan sangat darurat," kata dia
Suwailem adalah ulama yang ditugaskan dalam program merehabilitasi anggota al-Qaidah di dalam penjara. Dia berfatwa siapa pun yang meninggal di tanah kafir akan masuk neraka. Fatwanya itu dimuat di surat khabar beralamat di London, al-Hayat, minggu lalu, seperti dilapor stesyen televisyen Al Arabiya, Selasa (6/5).
"Pergi ke luar negera dilarang menurut syariat, kecuali dalam keadaan darurat dan dengan beberapa syarat," kata dia.
Syarat pertama, kata dia, orang itu harus punya iman kuat supaya tidak jatuh pada nafsu.
"Siapa pun yang takut terjerumus ke dalam dosa, seperti mabuk-mabukkan, jangan pergi ke luar negeri kecuali darurat."
Suweilem menyatakan kepada akhbar al-Hayat, Tuhan tidak suka jika muslim berada di tengah-tengah orang kafir.
Dia juga mengatakan pergi ke luar negera buat menuntut ilmu di negeri kafir seharusnya tidak dilakukan.
"Pergi ke tanah kafir untuk urusan perniagaan dan sekolah adalah dilarang, kecuali dalam keadaan sangat darurat," kata dia
- PrMerdeka.com
simpan duit dalam bank-bank dinegeri kafir macam mana pulak .... tak dak fatwa pulak.
ReplyDelete