Friday, July 31, 2015

Botol Plastik Indonesia Yang Dipercayai dari Malaysia Airlines MH370 Ditemui

  31 Julai 2015
 
Sky News- Warga Pulau Reunion menemui botol produk kebersihan dari Indonesia yang terdampar di pesisir pulau itu. Diduga botol ini berasal dari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang setahun lalu.

  SAINT-DENIS  — Warga Pulau Reunion, Lautan Hindi , pada Jumaat  31/7/2015 , kembali menemui benda-benda yang dipercayai berasal dari Boeing 777 milik Malaysia Airlines yang hilang setahun lalu.

Kali ini, warga pulau wilayah seberang lautan Perancis itu menemui botol air minuman dari plastik buatan China dan produk kebersihan dari Indonesia terdampar di pesisir pulau itu. Di botol plastik itu tertera nama perusahaan pembuat produk tersebut, PT Sayap Mas Utama, Jakarta.

Sebelumnya, warga setempat juga menemui bahagian sayap pesawat yang disebut flaperon dan bahagian beg pakaian yang terbawa arus laut ke pantai. Dipercayai, kedua benda itu berasal dari pesawat Malaysia Airlines MH370.

Benda-benda itu akan dikirim ke Toulouse, Perancis, untuk diperiksa. Namun, Pemerintah Malaysia cukup yakin bahawa benda-benda itu memang serpihan pesawat MH370 yang hilang.

Wakil Menteri pengangkutan Malaysia Abdul Aziz Kaprami mengatakan "hampir pasti" bahawa potongan sayap pesawat itu berasal dari sebuah Boeing 777. Pernyataan ini menegaskan keterangan serupa yang disampaikan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak kelmarin.

Para pakar penerbangan, melalui   analisis foto, sudah memastikan bahagian pesawat yang ditemukan di Pulau Reunion adalah flaperon, sebuah komponen yang ada di pesawat dan berfungsi untuk menghasilkan tenaga angkat bagi pesawat.

Pemerintah Malaysia sudah mengirim pasukan pakar ke Reunion untuk memeriksa berbagai penemuan itu, sebelum dikirim ke Perancis untuk pemeriksaan lebih saksama.

Pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang pada 8 Mac 2014 dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Pesawat tersebut ketika itu mengangkut 239 orang penumpang dan awak, yang sebahagian besar adalah warga negara China.

Para penyiasat yakin, pesawat itu mengarah ke Lautan Hindi  setelah hilang dari pantauan radar tatkala berada di atas Laut China Selatan di lepas pantai Thailand. Pulau Reunion sendiri berada lebih dari 4,000 kilometer sebelah barat dari kawasan pencarian di lepas pantai Australia Barat.

Para pakar oseanografi mengatakan, sangat besar kemungkinan gelombang laut menghanyutkan serpihan pesawat hingga ke kawasan yang begitu jauh. Oleh kerana itu, jika serpihan itu dipastikan milik MH370, tampaknya para penyiasat akan tetap sukar  menentukan lokasi pasti jatuhnya pesawat itu.

Setidaknya, kata PM Najib, penemuan ini boleh memberikan petunjuk penting soal penyebab jatuhnya pesawat dan boleh sedikit memberikan kejelasan bagi keluarga mangsa.

"Selama ini kami selalu mendapatkan maklumat yang salah. Namun, demi kebaikan para keluarga korban yang selama ini mengalami ketidakpastian, saya berdoa agar kami akan segera menemukan kebenaran sehingga dapat memberikan kedamaian bagi mereka," ujar Najib.
Editor : Ervan Hardoko
Sumber: Sky News/ KOMPAS.com

1 comment: