Thursday, June 23, 2016

Wanita Syria Jadi Lesbian Akibat Perang

22/6/16

Shukran kini kesulitan untuk mencari pendamping hidup akibat minimnya jumlah laki-laki Suriah (Foto: Daily Mail)
Shukran kini kesukaran untuk mencari pendamping hidup akibat minimnya jumlah laki-laki Syria(Foto: Daily Mail)

DAMASKUS – Perang Syria menyebabkan ratusan ribu warga tak berdosa meninggal dunia. Konflik berpanjangan yang dimulai sejak 2011 itu juga menyebabkan jutaan orang mengungsi untuk mencari hidup yang lebih baik.

Mayoriti korban maut adalah lelaki muda yang saling membunuh satu sama lain. Dampaknya yang paling terasa adalah adanya lubang demografis dalam populasi Syria. Jumlah perempuan kini lebih banyak dari lelaki. Bahkan, hal itu membuat sebahagian dari mereka tergoda menjadi lesbian.

Salah satu contohnya adalah Shukran. Perempuan cantik yang menjadi penterjemah wartawan di Syria itu mengungkapkan kini kesukaran menemukan pendamping hidup akibat konflik sektarian di negaranya.

“Sukar untuk menemui seseorang spesial. Semakin sukar kerana konflik sektarian membuat orang-orang Syria kini tidak mau menikah dengan yang berbeda etnik dan agama,” tutur perempuan berusia 32 tahun tersebut, seperti dimuat Daily Mail, Rabu (22/6/2016).

Shukran terakhir kali menjalin hubungan kasih dengan seorang lelaki Kristian. Ia sendiri adalah seorang Muslim Druze. Sayangnya, hubungan itu harus berakhir kerana perbedaan keyakinan di antara keduanya.
Sumber: Okezone.com

No comments:

Post a Comment