8/3/18
Javier Delgado tidak melawan ketika dipasung warga (Foto: Oddity Central)
SAN BUENAVENTURA – Salah satu cara paling
mudah untuk menghukum seorang penjawat awam yang tidak amanah adalah
dengan tidak memilihnya ketika mencalonkan diri kembali. Akan tetapi,
warga Kota San Buenaventura, Bolivia, memiliki cara unik yakni dengan
memasung seorang datuk bandar.
Penduduk yang tidak puas hati memasung Datuk Bandar Javier Delgado selama satu jam. Foto yang memperlihatkan satu kaki Delgado terpasung dan dikelilingi warga yang marah telah menyebar luas di media sosial serta laman berita sejak akhir Februari.
Pada 25 Februari, Javier Delgado dijadualkan untuk meresmikan sebuah
jambatan yang dibangun dengan dana pemerintah negara bagian serta kota.
Namun, ketika sampai di lokasi, ia dikejutkan oleh kerumunan warga yang
datang. Warga langsung menyeretnya dan memasungnya tanpa
memberi kesempatan untuk membela diri.
“Mereka bahkan tidak memberi saya kesempatan untuk mencari tahu hukuman itu untuk kesalahan apa. Tapi saya tidak melawan kerana akan membuat situasi makin runyam,” ujar Javier Delgado kepada harian setempat, sebagaimana melansir dari Oddity Central, Khamis (8/3/2018).
“Kemudian, mereka memberi kesempatan untuk menjelaskan dan akhirnya mau memaafkan. Sebab, mereka mengaku tertipu dan mendapat maklumat yang salah dari orang-orang ini,” imbuh lelaki berkacamata itu.
Orang-orang yang dimaksud oleh sang datuk bandar adalah para penasihat politik serta pengusaha tempatan yang berusaha menjelek-jelekkan hasil kerjanya selama dua tahun terakhir. Delgado yakin orang-orang itu dimanipulasi oleh para perusahaan penebangan kayu yang kepentingannya terganggu oleh kebijakan-kebijakannya selama dua tahun terakhir.
Keterangan itu dibantah oleh seorang warga tempatan bernama Daniel Salvador. Ia mengatakan, hukuman itu diberikan kepada sang datuk bandar yang dinilai gagal memenuhi komitmennya, berbohong pada konstituen, dan tidak menjadikan masyarakat sebagai prioritinya.
Javier Delgado sebelumnya pernah dua kali dihukum warga selama 2 setengah tahun masa pemerintahan. Ia pertama kali dipasung hanya beberapa bulan setelah menjabat. Insiden kedua menyebabkan Delgado melarikan diri ke kota tetangga kerana warga mengepung pejabatnya selama dua bulan.
Masyarakat pendalaman di Bolivia, termasuk San Buenaventura, memegang teguh tiga prinsip dasar, yakni ‘Ama Qhuilla, Ama Llulla, Ama Suwa’ yang berarti jangan malas, jangan berbohong, dan jangan mencuri. Para pelanggar akan dikenakan hukuman ‘keadilan sosial’ yang sudah masuk dalam perlembagaan negara sejak 2009.
Penduduk yang tidak puas hati memasung Datuk Bandar Javier Delgado selama satu jam. Foto yang memperlihatkan satu kaki Delgado terpasung dan dikelilingi warga yang marah telah menyebar luas di media sosial serta laman berita sejak akhir Februari.
“Mereka bahkan tidak memberi saya kesempatan untuk mencari tahu hukuman itu untuk kesalahan apa. Tapi saya tidak melawan kerana akan membuat situasi makin runyam,” ujar Javier Delgado kepada harian setempat, sebagaimana melansir dari Oddity Central, Khamis (8/3/2018).
“Kemudian, mereka memberi kesempatan untuk menjelaskan dan akhirnya mau memaafkan. Sebab, mereka mengaku tertipu dan mendapat maklumat yang salah dari orang-orang ini,” imbuh lelaki berkacamata itu.
Orang-orang yang dimaksud oleh sang datuk bandar adalah para penasihat politik serta pengusaha tempatan yang berusaha menjelek-jelekkan hasil kerjanya selama dua tahun terakhir. Delgado yakin orang-orang itu dimanipulasi oleh para perusahaan penebangan kayu yang kepentingannya terganggu oleh kebijakan-kebijakannya selama dua tahun terakhir.
Keterangan itu dibantah oleh seorang warga tempatan bernama Daniel Salvador. Ia mengatakan, hukuman itu diberikan kepada sang datuk bandar yang dinilai gagal memenuhi komitmennya, berbohong pada konstituen, dan tidak menjadikan masyarakat sebagai prioritinya.
Javier Delgado sebelumnya pernah dua kali dihukum warga selama 2 setengah tahun masa pemerintahan. Ia pertama kali dipasung hanya beberapa bulan setelah menjabat. Insiden kedua menyebabkan Delgado melarikan diri ke kota tetangga kerana warga mengepung pejabatnya selama dua bulan.
Masyarakat pendalaman di Bolivia, termasuk San Buenaventura, memegang teguh tiga prinsip dasar, yakni ‘Ama Qhuilla, Ama Llulla, Ama Suwa’ yang berarti jangan malas, jangan berbohong, dan jangan mencuri. Para pelanggar akan dikenakan hukuman ‘keadilan sosial’ yang sudah masuk dalam perlembagaan negara sejak 2009.
No comments:
Post a Comment