Friday, March 9, 2018

Diberi bekal 500 rupee, anak saudagar berlian ini berjuang hidup dalam kemiskinan

  

Diberi Bekal Rp 100 Ribu, Anak Miliader Ini Berjuang Hidup dalam Kemiskin Selama 2 Bulan
net
Hitarth Dholakia
  Hitarth Dholakia (23) namanya. Anak Savji Dholakia, billionare sekaligus saudagar berlian asal India. 
Harta kekayaan keluarganya ditaksir mencapai AS$940 juta 
  
Laiknya keluarga kaya raya, Hitarth disekolahkan ayahnya di sebuah universiti terkenal di New York.
Pada Jun  2017 dia menyelesaikan kuliahnya dan pulang ke Mumbai, India.  
Hatinya senang bukan kepalang kerana berffikir bakal boleh bersenang-senang bareng keluarga dan teman-teman karibnya. 
Namun yang terjadi sebaliknya.

Sang ayah justru memintanya keluar dari rumah dan hanya memberinya 500 rupee   untuk bertahan hidup. 
Hitarth diminta merantau ke sebuah kota kecil di pendalaman India, Hyderabad.  

Dia dilarang membawa telepon, tidak boleh memanfaatkan perhubungan keluarga, dan tidak diberi tempat tinggal untuk menetap.  

Savji memang sengaja memperlakukan anaknya seperti itu. 
Tujuannya, supaya si anak dapat merasakan secara langsung penderitaan dan kesakitan orang miskin. 

Sehingga nantinya, sang anak akan lebih menghargai sesama manusia dibanding wang. 
Seperti dilansir dari India Today, Hitarth harus berjuang dari kosong.
Kehidupan miskin yang harus dijalani Hitarth Dholakia (internet)
Kehidupan miskin yang harus dijalani Hitarth Dholakia (internet) ()
Kini anak billionare tersebut tidak ada bedanya dengan pengemis di Hyderabad. 
"Saya adalah lulusan AS, memiliki lisens  pilot serta pemegang sertifikat GIA Diamond Grading, namun tidak ada yang membantu saya di Hyderabad. Setelah sampai sini, saya mulai mencari pekerjaan kerana saya hampir tidak punya wang," ungkap Hitarth. 

“Saya tidak tahu kota, budaya, dan bahasanya. Saya takut, tapi yakin. Dengan wang di dompet dan tak ada telepon, saya tiba di Hyderabad dan mulai hidup baru." 

Pertama-tama yang dilakukan Hitarth adalah mencari tempat tinggal. 
Dia berhasil mendapatkan tempat kost atau lebih tepatnya rumah singgah murah yang sewanya hanya 100 rupe   sebulan.

"Tapi satu ruangan dihuni 17 orang," kata Hitarth. 
 Sukar membayangkan anak seorang kaya sanggup tinggal di tempat seperti ini.

Setelah mendapat rumah untuk berteduh Hitarth berjuang keras mendapatkan pekerjaan.  
Tiga  hari kemudian dia diterima di sebuah perusahaan makanan internasional dengan gaji 4000 rupee.

Namun Hitarth hanya sanggup bekerja 5 hari sebelum akhirnya resign. 
Hitarth bergonta-ganti pekerjaan.
Dia mengaku beruntung pernah menjadi sebuah tenaga marketing yang digaji 1500 rupee seminggu.

Hitarth ganti 4 pekerjaan dalam sebulan dan berhasil mengumpulkan wang 5000 rupee .. 
Jumlah yang sebenarnya sangat kecil dibandingkan wang saku sekolahnya dulu, namun jauh lebih bernilai di mata Hitarth sekarang. 
Hitarth Dholakia (internet)
Hitarth Dholakia (internet) ()
Sekitar dua bulan Hitarth mesti melakoni hidup seperti itu. 
Hingga pada masa akhir percubaannya, adik perempuan Hitarth, Krupali berkunjung ke rumah singgahnya. 
"Aku sangat terkejut ketika datang ke Hyderabad dan terutama melihat tempat tinggal abangku. Sungguh sebuah tempat di luar bayanganku. Namun aku sangat bangga kepada bangaku yang boleh menjalani tradisi ini," tutur Krupali. 

Ya, menjalani kehidupan miskin seusai rampung kuliah memang tradisi keluarga Dholakia. 

Kakak Hitarth, Pintu Tulsi Bhai Dholakia (31) juga menjalaninya.
Kini Pintu menjadi CEO di perusahaan  Hari Krishna Exports Pvt Ltd. 
Keluarga Hitarth sudah lama terkenal sebagai keluarga kaya raya namun dermawan. 

Pada 2016 perusahaan mereka memberi 400 rumah dan 1,260 kepada sekitar 1,716 pekerja perusahaannya sebagai bonus. 
Kedermawanan ini tak mungkin terjadi tanpa adanya rasa empati kepada sesama manusia.

  Sumber

No comments:

Post a Comment