21 Disember 2018
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
DALAM satu eksperimen yang mungkin menjadi
eksperimen tergila atau teraneh sepanjang 2018, seorang remaja Perancis
menyuntikkan DNA dari kitab suci ke dalam tubuhnya. Namun, eksperimen
itu tidak mendapat reaksi yang positif dari kalangan ilmiah.
Diwartakan RT, Jumaat (21/12/2018),
remaja bernama Adrien Locatelli itu menterjemahkan nama-nama karakter
Yahudi dari Kitab Kejadian di Injil dan keseluruhan suraht ke-13 dalam
Alquran, Surat Ar-Ra’d menjadi kode DNA.
Locatelli yang berasal dari Kota Grenoble mengganti setiap huruf
Ibrani dalam Kitab Kejadian dengan kode DNA yang terdiri dari huruf
ACGT, dengan mengecualikan ayat-ayat yang dia anggap kontroversil.
Dengan
menggunakan peranti daring, biohacker muda itu dapat menterjemahkan
informasi nucleotide (blok DNA dan RNA) itu menjadi rangkaian protein
yang kemudian dia suntikkan ke tubuhnya di pahanya sendiri.
Biohacking adalah eksperiman yang mencuba untuk meningkatkan kualiti
atau kemampuan organisme hidup (biasanya manusia) melalui berbagai
teknik termasuk penyuntingan gen, implan teknologi atau penggunaan ubat
yang disintesis.
Remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas itu tidak
mengetahui efek yang mungkin terjadi dari suntikan DNA itu. Dia
mengatakan bahwa dirinya tidak mengalami kesan sampingan yang merugikan
selain pahanya yang membengkak selama beberapa hari.
“Penelitian terbaru menunjukkan bahwa informasi apa pun dapat
dienkripsi menggunakan DNA dan disimpan dalam bentuk ini. Saya menjadi
makhluk hidup pertama tempat teks (kitab suci) disimpan. Ini sangat
simbolis, meskipun hal ini tidak memberikan keuntungan apa pun,” kata
Locatelli.
Kerana kajiannya itu, Locatelli dicemuh secara luas dalam
komunitias ilmiah online, yang tampaknya bingung dengan metodologi dan
motivasinya untuk melakukan eksperimen yang benar-benar aneh.
disunting dari Okezone
No comments:
Post a Comment